Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Monumen Garuda Pancasila, Spirit NKRI Dan Nusantara Masakini

23 September 2022 | September 23, 2022 WIB Last Updated 2022-09-23T09:00:29Z
Mojokerto - Wakil Ketua DPRD Jawa Timur, Sahat Tua Simanjuntak menyampaikan Trowulan bukan hanya sebuah kecamatan di Mojokerto namun ada sebuah nilai sejarah yang luar biasa. Baginya, Majapahit tidak hanya sebuah Negara Besar, namun dari Trowulan inilah berdiri gagah kerajaan yang menyatukan Nusantara. 

"Disini (Trowulan) adalah sebuah tempat yang pernah lahir sebuah negara besar, yakni Majapahit yang mempersatukan Nusantara," ungkap Politisi Golkar ini saat di wawancarai awak media di Pondok Segoro Agung Trowulan, Jumat (23/9/2022). 

Menurutnya sampai saat ini belum ada tetengger (petanda) monumen yang mengingat akan sebauh nilai kebesaran kerajaan Majapahit. 

"Kita mencoba mereview kembali perjalanan sejarah kebangsaan yang dimulai Majapahit. Bagaimanan Majapahit menjadi kunci utama bersatunya sebuah negara," ucapnya. 

Pria berdarah batak ini mengapresiasi apa yang dilakukan KH Agung Bimo Agus Sunarno dengan membangun monumen Garuda Pancasila. Menurutnya, membangun monumen mengingatkan Indonesia akan sebuah nilai kebangsaan yang menggugah semangat patriotisme. 

"Saya mengapresiasi apa yang dilakukan Kiai Bimo, ini hal positif yang perlu didukung bersama. Karena sebuah Monumen akan mengingatkan dan menggugah semangat nasionalisme kita," terangnya. 

Walaupun sempat mengalami kontroversi dalam pembangunan monumen Garuda Pancasila ini. Namun langkah cepat untuk memperbaiki kepala Garuda sehingga menghadap ke sebelah kanan. 

"Saat ini kan sudah menghadap ke sebalah kanan. Namun yang perlu kita angkat adalah semangat beliau untuk memberikan yang terbaik untuk bangsa dan negara," tandasnya. 

Sementara itu, KH Agung Bimo Agus Sunarno mengungkapkan Monumen Garuda Pancasila Trowulan tak hanya membangun sebuah monumen. Namun memvisualisasikan nilai-nilai Pancasila untuk menggugah semangat Nasionalisme. 

"Monumen Garuda Pancasila bukan hanya sebuah bentuk bangunan, namun sebuah nilai sejarah akan lahirnya sebuah bangsa besar," ungkap Kiai Bimo. 

Ia hanya ingin memberikan yang terbaik untuk bangsa dan negara. "Ini adalah bentuk cinta kasih kami kepada negara," tandasnya. 

Pihaknya tidak ada niatan mencederai atau merubah lambang negara. Namun ia berkeinginan untuk mengangkat sebuah sejarah yakni lahirnya nilai pancasila dari tanah Majapahit. 
 
Selain itu, dalam buku Sutasoma karangan Mpu Tantular, tertulis juga adanya toleransi kehidupan beragama, khususnya agama Budha dan Hindu di zaman tersebut. 

"Istilah Pancasila sebenarnya telah dikenal sejak zaman kerajaan Sriwijaya dan Majapahit," tandasnya.
×
Berita Terbaru Update